Search
  • paulusbsuranto

PARADOKS ASURANSI

Paradoks adalah dua buah dasar pemikiran, alasan atau asumsi yang saling bertolak belakang.


Apa maksud saya dengan "paradoks asuransi" ?


Begini. Jika Anda setelah bekerja 15 tahun berhasil mengumpulkan tabungan dan tabungan itu Anda pergunakan untuk membeli mobil impian Anda, katakanlah BMW Serie 5 terbaru... Kira-kira kelengkapan apa yang Anda pastikan ada sebelum Anda mengendarai mobil itu ? Salah satu yang terpenting adalah asuransi mobil itu. Dan pada umumnya, untuk mobil mewah seperti itu, Anda tidak merasa cukup memiliki asuransi yang "total loss". Kemungkinan besar Anda akan membeli asuransi yang "all risks". Dan dasar pemikiran itu sangat tepat dan bijaksana. Bayangkan, andaikata saat mengendarainya, ketika baru saja keluar rumah, lalu ada motor "nyelonong" menyenggol kaca spion samping hingga patah.....Anda harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah untuk menggantikannya. Bahkan...jika Anda ambil asuransi kendaraan yang "total loss" pun sama, Anda tetap harus merogoh kocek jutaan rupiah untuk mengganti spion itu dengan yang baru.


Lalu...paradoks-nya apa sih ??? Ini paradoks-nya...


Katakan saat ini Anda berusia 30 tahun. Berarti Anda sudah berhasil mengumpulkan, menabung segala sendi kehidupan Anda selama 30 tahun. Anda sudah mengumpulkan ilmu yang Anda pelajari sejak bayi. Anda mengumpulkan kebugaran tubuh dari kegiatan olah raga yang Anda lakukan sejak usia 7 tahun (berarti sudah 23 tahun). Anda juga sudah berhasil mengumpulkan pengalaman kerja sejak usia 22 tahun, berarti sudah 8 tahun. Dan Anda juga sudah berhasil mengumpulkan pertemanan dan relasi sepanjang - katakan saja - 20 tahun. Meskipun demikian.....apakah Anda kemudian merasa memerlukan "asuransi jiwa (saya lebih suka mengatakan "asuransi kehidupan")" ? Ada yang mempunyai pemikiran seperti itu, tapi lebih banyak yang belum. Dan...bahkan banyak yang menempatkan "asuransi kehidupan" dirinya pada urutan paling akhir.....atau mendekati akhir.


Disitulah letak paradoks-nya. Sebagian kita lebih menghargai "kebendaan" yang kita miliki, daripada diri kita sendiri. Padahal mobil BMW Serie 5 itu bisa Anda miliki karena diri Anda. Anda yang membeli mobil itu. Jelas Anda jauh lebih berharga dari mobil itu.

Lalu...tak jarang jika kemudian ada agen asuransi (mungkin saudara atau teman dekat Anda) yang menawarkan produk-nya, Anda akan mengatakan "berapa premi paling kecil yang bisa saya beli ?". Mungkin Anda mengatakan begitu hanya karena sungkan saja, jadi membeli sekedarnya saja...


Anda lebih menghargai barang...daripada diri Anda sendiri.


Untuk mobil...Anda memilih asuransi paling lengkap, "all risks". Untuk diri sendiri, Anda pilih asuransi yang paling murah, "minimum risks"...




3 views
 
  • Facebook
  • Twitter

©2020 by Bambang Suranto. Proudly created with Wix.com