Search
  • paulusbsuranto

"ASURANSI JIWA" BUKAN TERJEMAHAN DARI "LIFE INSURANCE"


"Life Insurance" seharusnya tidak diterjemahkan menjadi "Asuransi Jiwa". Baik secara terjemahan kata, maupun arti, ada kesalahan mendasar atas penerjemahan itu.

"Insurance" benar diterjemahkan menjadi "Asuransi". Tidak ada masalah di situ. "Asuransi" sendiri, makna-nya sama dengan "Insurance", yakni proteksi, jaminan, perlindungan.


Namun, kata "Life" terjemahannya yang benar adalah "Kehidupan", bukan "Jiwa". Karena "Jiwa" kata dalam bahasa Inggrisnya adalah "Soul". Selain itu, secara makna-pun...ada kekeliruan pengertian di sana. Tidak ada manusia atau institusi atau perusahaan yang bisa memberikan jaminan, proteksi, perlindungan atas jiwa makhluk hidup manapun. Jika seseorang sudah "tiba waktunya", dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, tidak ada apapun yang bisa mencegahnya.


Jadi sesungguhnya, yang dimaksud dengan "Life Insurance" adalah "Perlindungan atas Kehidupan". Dengan membeli proteksi, maka tertanggung akan memperoleh perlindungan dan jaminan atas kehidupannya. Jika tertanggung sakit, akan ada yang menanggung biaya pengobatannya, sehingga tabungannya tidak tergerus agar dapat terus membiayai kehidupannya dengan baik. Jika tertanggung tidak bisa bekerja lagi karena sakit parah, akan ada yang melindungi penghasilannya, sehingga tertanggung tetap mendapatkan penghasilan untuk kelangsungan kehidupannya. Bahkan ketika tertanggung meninggal dunia, akan ada yang memberikan santunan agar orang-orang terdekatnya bisa melanjutkan kehidupannya dengan layak.


Sebenarnya...itulah arti sesungguhnya dari "Life Insurance".....Perlindungan atas Kehidupan.

0 views
 
  • Facebook
  • Twitter

©2020 by Bambang Suranto. Proudly created with Wix.com